https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgEtH8DLUbbTOTvOHqJBao-pnoCaqJiuSnz7JbBFz77Faedt3ySPblMUK9sDMF7zbaI1GIos0CtXuyMwEub5wx9DbPobW5BIXA2Sugu7ZG19eqWxWrEnr1Ny_zlhZOOsUiyiU_Ya1DP1nRS/s1600/blue1.gif



“Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wabarakatuh”

apa khabar iman antum pada hari ini ?
apa khabar hati antum pada hari ini ?
tanya diri muhasabah diri..



Wednesday, May 25, 2011

Perbicaraan ku dengan iman 1

iman..iman..iman..^_^
disaat dirimu disampingku..
terasa hidup dalam cahaya..
terasa hati bersinar gembira..
terasa diri dalam kebahagiaan..
sungguh indah hidup bersamamu wahai iman..
ingin diriku bersamamu buat selama-lamanya..
merasai nikmat yang cukup indah bersamamu iman..

namun kini..;(
dirimu seperti ingin menjauhkan diri dariku..
kenapakah wahai iman..
adakah kerana diriku gagal dalam ujian untuk memilikimu wahai iman..
iman..iman..iman..aku perlukanmu wahai iman..
janganlah meninggalkan diriku kerana kegagalanku wahai iman..
kembalilah kepadaku wahai iman..aku amat merinduimu wahai iman..
iman..aku mencintaimu selama-lamanya wahai iman..

Thursday, February 3, 2011

VALENTINE DAY (HARI KEKASIH) Menurut pandangan agama Islam



Benarkah ia hanya kasih sayang sahaja?
 

Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang di muka bumi ini, nescaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” (Surah Al-An’am : 116)
 

Hari 'kasih sayang' yang dirayakan oleh orang-orang Barat pada tahun-tahun terakhir disebut 'Valentine Day' amat popular dan merebak di pelusuk Indonesia bahkan di Malaysia juga. Lebih-lebih lagi apabila menjelangnya bulan Februari di mana banyak kita temui jargon-jargon (simbol-simbol atau  iklan-iklan) tidak Islami hanya wujud demi untuk mengekspos (mempromosi) Valentine. Berbagai tempat hiburan bermula dari diskotik(disko/kelab malam), hotel-hotel, organisasi-organisasi mahupun kelompok-kelompok kecil; ramai yang berlumba-lumba menawarkan acara untuk merayakan Valentine. Dengan  dukungan(pengaruh) media massa seperti surat kabar, radio mahupun televisyen; sebagian besar orang Islam juga turut dicekoki(dihidangkan) dengan iklan-iklan Valentine Day.

 SEJARAH VALENTINE:

Sungguh merupakan hal yang ironis(menyedihkan/tidak sepatutnya terjadi) apabila telinga kita mendengar bahkan kita sendiri 'terjun' dalam perayaan Valentine tersebut tanpa mengetahui sejarah Valentine itu sendiri. Valentine sebenarnya adalah seorang martyr (dalam Islam disebut 'Syuhada') yang kerana kesalahan dan bersifat 'dermawan' maka dia diberi gelaran Saint atau Santo.
Pada tanggal 14 Februari 270 M, St. Valentine dibunuh karena pertentangannya (pertelingkahan) dengan penguasa Romawi pada waktu itu iaitu Raja Claudius II (268 - 270 M). Untuk mengagungkan dia (St. Valentine), yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cubaan hidup, maka para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai 'upacara keagamaan'.
 

Tetapi sejak abad 16 M, 'upacara keagamaan' tersebut mulai beransur-ansur hilang dan berubah menjadi 'perayaan bukan keagamaan'. Hari Valentine kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut “Supercalis” yang jatuh pada tanggal 15 Februari.
 

Setelah orang-orang Romawi itu masuk agama Nasrani(Kristian), pesta 'supercalis'  kemudian dikaitkan dengan upacara kematian St. Valentine. Penerimaan upacara kematian St. Valentine sebagai 'hari kasih sayang' juga dikaitkan dengan kepercayaan orang Eropah bahwa waktu 'kasih sayang' itu mulai bersemi 'bagai burung jantan dan betina' pada tanggal 14 Februari.
 

Dalam bahasa Perancis Normandia, pada abad pertengahan terdapat kata “Galentine” yang bererti 'galant atau cinta'. Persamaan bunyi antara galentine dan valentine menyebabkan orang berfikir bahwa sebaiknya para pemuda dalam mencari pasangan hidupnya pada tanggal 14 Februari. Dengan berkembangnya zaman, seorang 'martyr' bernama St. Valentino mungkin akan terus bergeser jauh pengertiannya(jauh dari erti yang sebenarnya). Manusia pada zaman sekarang tidak lagi mengetahui dengan jelas asal usul hari Valentine. Di mana pada zaman sekarang ini orang mengenal Valentine lewat (melalui) greeting card, pesta persaudaraan, tukar kado(bertukar-tukar memberi hadiah) dan sebagainya tanpa ingin mengetahui latar belakang sejarahnya lebih dari 1700 tahun yang lalu.
 

Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa moment(hal/saat/waktu) ini hanyalah tidak lebih bercorak kepercayaan atau animisme belaka yang berusaha merosak 'akidah' muslim dan muslimah sekaligus memperkenalkan gaya hidup barat  dengan kedok percintaan(bertopengkan percintaan), perjodohan dan kasih sayang.

PANDANGAN ISLAM 

Sebagai seorang muslim tanyakanlah pada diri kita sendiri, apakah kita akan mencontohi begitu saja sesuatu yang jelas bukan bersumber dari Islam ?
 

Mari kita renungkan firman Allah s.w.t.:
 Dan janglah kamu megikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya”. (Surah Al-Isra : 36)
 

Dalam Islam kata “tahu” berarti mampu mengindera(mengetahui) dengan seluruh panca indera yang dikuasai oleh hati. Pengetahuan yang sampai pada taraf mengangkat isi dan hakikat sebenarnya. Bukan hanya sekedar dapat melihat atau mendengar. Bukan pula sekadar tahu sejarah, tujuannya, apa, siapa, kapan(bila), bagaimana, dan di mana, akan tetapi lebih dari itu.
 

Oleh kerana itu Islam amat melarang kepercayaan yang membonceng(mendorong/mengikut) kepada suatu kepercayaan lain atau dalam Islam disebut Taqlid.
Hadis Rasulullah s.a.w:“ Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu”.
Firman Allah s.w.t. dalam Surah AL Imran (keluarga Imran) ayat 85 :“Barangsiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-sekali tidaklah diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”.

HAL-HAL YANG HARUS DIBERI PERHATIAN:-
Dalam masalah Valentine itu perlu difahami secara mendalam terutama dari kaca mata agama kerana kehidupan kita tidak dapat lari atau lepas dari agama (Islam) sebagai pandangan hidup. Berikut ini beberapa hal yang harus difahami di dalam  masalah 'Valentine Day'.
 

1. PRINSIP / DASAR
   Valentine Day adalah suatu perayaan yang berdasarkan kepada pesta jamuan 'supercalis' bangsa Romawi kuno di mana setelah mereka masuk Agama  Nasrani (kristian), maka berubah menjadi 'acara keagamaan' yang dikaitkan dengan kematian St. Valentine.
 

2. SUMBER ASASI
   Valentine jelas-jelas bukan bersumber dari Islam, melainkan bersumber dari rekaan fikiran manusia yang diteruskan oleh pihak gereja. Oleh kerana itu lah , berpegang kepada akal rasional manusia semata-mata, tetapi jika tidak berdasarkan kepada Islam(Allah), maka ia akan tertolak.

Firman Allah swt dalam Surah Al Baqarah ayat 120 :“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.
Katakanlah : “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemahuan  mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”.
 

3. TUJUAN
   Tujuan mencipta dan mengungkapkan rasa kasih sayang di persada bumi adalah baik. Tetapi bukan seminit untuk sehari dan sehari untuk setahun. Dan bukan pula bererti kita harus berkiblat kepada Valentine seolah-olah meninggikan ajaran lain di atas Islam. Islam diutuskan kepada umatnya dengan memerintahkan umatnya untuk berkasih sayang dan menjalinkan persaudaraan      yang abadi di bawah naungan Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Bahkan Rasulullah s.a.w. bersabda :“Tidak beriman salah seorang di antara kamu sehingga ia cinta kepada saudaranya seperti cintanya kepada diri sendiri”.
 

4. OPERASIONAL
Pada umumnya acara Valentine Day diadakan dalam bentuk pesta pora dan huru-hara.
Perhatikanlah firman Allah s.w.t.:“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaithon dan    syaithon itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya”. (Surah Al Isra : 27)

Surah Al-Anfal ayat 63 yang berbunyi : “…walaupun kamu membelanjakan    semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat    mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati    mereka. Sesungguhnya Dia (Allah) Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.
 

Sudah jelas ! Apapun alasannya, kita tidak dapat menerima kebudayaan import dari luar yang nyata-nyata bertentangan dengan keyakinan (akidah) kita. Janganlah kita mengotori akidah kita dengan dalih toleransi dan setia kawan. Kerana kalau dikata toleransi, Islamlah yang paling toleransi di dunia.
 

Sudah berapa jauhkah kita mengayunkan langkah mengelu-elukan(memuja-muja) Valentine Day ? Sudah semestinya kita menyedari sejak dini(saat ini), agar jangan sampai terperosok lebih jauh lagi. Tidak perlu kita irihati dan cemburu dengan upacara dan bentuk kasih sayang agama lain.Bukankah Allah itu Ar Rahman dan Ar Rohim.  Bukan hanya sehari untuk setahun. Dan bukan pula dibungkus dengan hawa nafsu. Tetapi yang jelas kasih sayang di dalam Islam lebih luas dari semua itu. Bahkan Islam itu merupakan 'alternatif' terakhir setelah manusia gagal dengan sistem-sistem lain.
 

Lihatlah kebangkitan Islam!!! Lihatlah kerosakan-kerosakan yang ditampilkan oleh peradaban Barat baik dalam media massa, televisyen dan sebagainya. Karena sebenarnya Barat hanya mengenali perkara atau urusan yang bersifat materi. Hati mereka kosong dan mereka bagaikan 'robot' yang bernyawa.
 

MARI ISTIQOMAH (BERPEGANG TEGUH)
Perhatikanlah Firman Allah :
…dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang zalim”.
 

Semoga Allah memberikan kepada kita hidayahNya dan ketetapan hati untuk dapat istiqomah dengan Islam sehingga hati kita menerima kebenaran serta menjalankan ajarannya.
Tujuan dari semua itu adalah agar diri kita selalu taat sehingga dengan izin Allah s.w.t. kita dapat berjumpa dengan para Nabi baik Nabi Adam sampai Nabi Muhammad s.a.w.
Firman Allah s.w.t.:
Barangsiapa yang taat kepada Allah dan RasulNya maka dia akan bersama orang-orang yang diberi nikmat dari golongan Nabi-Nabi, para shiddiq (benar imannya), syuhada, sholihin (orang-orang sholih), mereka itulah sebaik-baik teman”.
 

Berkata Peguam Zulkifli Nordin (peguam di Malaysia) di dalam kaset 'MURTAD' yang mafhumnya :-
"VALENTINE" adalah nama seorang paderi. Namanya Pedro St. Valentino. 14 Februari 1492 adalah hari kejatuhan Kerajaan Islam Sepanyol. Paderi ini umumkan atau isytiharkan hari tersebut sebagai hari 'kasih sayang' kerana pada nya Islam adalah ZALIM!!!  Tumbangnya Kerajaan Islam Sepanyol dirayakan sebagai Hari Valentine. Semoga Anda Semua Ambil Pengajaran!!! Jadi.. mengapa kita ingin menyambut Hari Valentine ini kerana hari itu adalah hari jatuhnya kerajaan Islam kita di Sepanyol..

 


Saturday, October 9, 2010

perbicaraan ku dengan cinta 10

cinta..
adakah diriku masih dalam kegelapan..
adakah diriku masih dalam kelalaian..
adakah diriku masih dalam kegagalan..
adakah diriku masih...
masih dibuai hayalan..
masih dibuai keseronokan..
masih dibuai perasaan..
makhluk apakah dirimu yang mempunyai dua waja..
dicipta untuk kelalaian atau kebahagiaan..
aku kebingungan memikirkan tentang dirimu wahai cinta.
haruskah diriku sentiasa begini hingga ke akhir hayat..
harus wahai cinta..
cinta.. bersamalah bersama ku dalam kesucian..
memadu cinta pada sang pencitpa..
insyaAllah bahagia lah kita selamanya..

Friday, October 8, 2010

perbicaraan ku dengan cinta 9

cinta..
cahaya telah menyinariku kembali..
kini aku sedar dari kelalaian ku..
terima kasih kepada seseorang..
yang telah membuat ku kembali ke pangkal jalan..
sungguh nikmatnya ya Allah di penuhi keimanan di dada..
ingin ku terus begini sehingga ke akhir hayat ku..
bersama cinta dan keimanan pada mu ya Allah..
peliharalah diri ku ya Allah..
jauhi lah diriku dari kelalaian yg di benci ya Allah..
aku mohon pelindunganmu ya Allah..
sesungguhnya aku hanyalah hambah mu yang kerdil ya Allah..

Tuesday, May 4, 2010

perbicaraan ku dengan cinta 8

cinta..
apa telah berlaku pada diriku..
apa telah berlaku pada hatiku..
adakah aku telah ditewaskanmu..
adakah aku telah menyerah kalah padamu..
inikah diriku yang sebenarnya..
tiada dayah kekuatan menentang cinta palsu..
bagaimanakah dengan sahabat-sahabatku..
sekirahnya diriku sendiri tidak mampu untuk menentangmu..
hinanya diriku.. apabila didalam kemaksiatan..
hatiku hitam dipenuhi debu-debu dosa..
tiada cahaya menerangi kegelapan..
sahabat..ingin kah dirimu mencontohi diriku yang jijik ini..
diriku yang penuh hina ini..
kembalilah ke pangkal jalan wahai sahabat..biarpun diriku tidak dapat menjadi contoh buatmu..
kuatkanlah dirimu..kuatkanlah imanmu..
carilah cahaya cinta yang sebenarnya..

Friday, April 16, 2010

perbicaraan ku dengan cinta 7

cinta..
memang sukar menilai dirimu..
memang sukar memahami dirimu..
memang sukar untuk membezakan dirimu..
memang sukar untuk mengawal dirimu..

diriku tersenyum teringat kenangan lama bersama kekasih..
diriku terasa indahnya bersamanya ketika dulu..
diriku merasa bahagianya bersama dirinya..
siapakah yang cuba menipu diriku..
siapakah wahai cinta..

terkadang disaat diriku menghadap tuhanku yang agung..
fikiranku melayang entah kemana..
hatiku hilang bersama bayangan entah siapa..
berdosanya diriku wahai cinta..

ya Allah, berikan hambahmu ini kekuatan dan petunjukmu ya Allah..
jangan biarkan diriku hanyut dibawa cinta yang palsu ya Allah..
kasihani lah diriku ya Allah..ku memohon perlindungan darimu ya Allah..
jangan biarkan diriku terus tertipu oleh mainan hati yang bahagia ya Allah..
hanya kepada engkaulah aku memohon pertolongan..amin..

Sunday, March 7, 2010

perbicaraan ku dengan cinta 6




wahai cinta..
maafkan diriku tersalah erti perananmu..
maafkan diriku tersalah erti usahamu..
maafkan diriku tersalah erti dirimu..

kusedar sekarang..bukan niatmu untuk melalaikan sahabatku..
namun hanyalah sahabatku melalaikan diri mereka..
mereka lalai wahai cinta biarkan hanya sedikit ujian tuhan yang diperintahkan kepadamu wahai cinta..

wahai cinta
kutahu kini peranan mu wahai cinta..
kutahu kini usahamu wahai cinta..
kutahu kini dirimu wahai cinta..

kamu dipertanggungjawabkan oleh tuhan yang maha agung untuk menguji para sahabatku..
kerana syurga hanya untuk orang-orang yang layak dan berjaya mengharungi ujian untuk memasukinya..
kerana cinta didalam syurga memiliki nikmat yang agung dan antara yang terbaik..
sebab itu perlunya ujian untuk memilikimu..

tapi..
kenapa..kenapa..kenapa..
para sahabatku tidak sedar akan perkara ini..
tidak ingin tahu akan perkara ini..
tidak nampak akan perkara ini..
mereka leka dalam buaian mimpi cinta yang nikmatnya hanya sementara..
yang menjerumuskan mereka kedalam zina dan maksiat..
yang membuat mereka tidak lagi merasai nikmat cinta kelak..
mereka lalai..mereka lalai..mereka lalai..

sedarlah wahai sahabat...

Friday, March 5, 2010

perbicaraan ku dengan cinta 5


cinta..cinta..cinta
sungguh hebat dirimu..
sungguh istimewa dirimu..
tiada azab buatmu..
tiada neraka buat mu..
menjadikan kamu sungguh berani wahai cinta..
menjadikan kamu tiada gentar walau sedikitpun wahai cinta..
kamu melalaikan hati-hati sahabat-sahabat ku wahai cinta..
kamu membuatkan sahabat-sahabat ku leka wahai cinta..
apakah agenda mu dicipta wahai cinta..
kenapa lakukan kekejaman ini wahai cinta..
sungguh tega kau berbuat khianat terhadap sahabat-sahabat ku..
hingga membuatkan sahabat-sahabat ku tidak lagi takut pada Allah...
kenapa wahai cinta..
kau buat hati sahabat-sahabat ku jauh dari redah Allah..
kenapa wahai cinta..
kenapa..kenapa..kenapa..wahai cinta..
kau buatkan hati sahabat-sahabat ku berpaling dari mengharap kasih Allah..
kenapa..kenapa..kenapa..

adakah kerana itu ujianmu wahai cinta..
ujianmu untuk memilih insan yang layak untuk memilikimu wahai cinta..
katakan lah..
aku cuba wahai cinta..aku cuba..
untuk memberi kesedaran pada mereka..
aku cuba untuk membuatkan hati mereka hidup wahai cinta..
aku cuba untuk selamatkan mereka dari kerugian wahai cinta..tolong lah aku..bantulah aku wahai cinta..
sedarkan lah mereka..

sedarkan mereka..
untuk memilikimu dengan sebenarnya hanya dengan cinta pada Allah..
untuk memilikimu dengan sebenarnya hanya dengan kasih pada Allah..
sekirahnya engkau wahai cinta..tidak sanggup menolongku..
aku faham wahai cinta..aku faham tugas mu..
dan ku tahu..hanya Allah lah tempat aku menyembah dan memohon pertolongan..

Ya Allah..hanya kepada engkau lah hambah mu ini memohon pertolongan ya Allah..bantu lah hambah mu nie ya Allah..bantulah hambah mu nie ya Allah..
bantulah hambah mu nie ya Allah..

Wednesday, March 3, 2010

perbicaraan ku dengan cinta 4

cinta..
sungguh hebat dirimu..
sungguh kejam dirimu..
memerangkap sahabat-sahabat ku jatuh ke lembah kerosakan..
kau perangkap sahabat ku dan memberi mereka kepada nafsu sebagai makanan..

bertapa senangnya kau permainkan sahabat ku..
kau menjadi umpan buat nafsu..
sungguh kejam permainanmu..
sungguh kejam muslihatmu..

wahai sahabat-sahabat ku..
sedarlah..
janganlah terleka..
janganlah terjatuh dalam lembah kemaksiatan..

ya Allah..bantu hambahmu ya Allah..
hindarkan sahabat-sahabatku dari memaksiatimu..
kasihani sahabat-sahabatku ya Allah..
jangan biarkan mereka jatuh dan terus jatuh ya Allah..
hanya kepadamu ku memohon pertolongan..

Tuesday, March 2, 2010

perbicaraan ku dengan cinta 3

wahai cinta..kenapakah engkau merosakkan hati sahabat2 ku..ya Allah bebaskanlah mereka dari belenggu cinta yang salah..cinta bisikan syaitan..virus-virus cinta mu yang membawa ke neraka..

perbicaraan ku dengan cinta 2

cinta..cukuplah menghancurkan iman dan hati2 sahabatku..lepaskan lah mereka dari tipu dayah mu yg hina..berilah mereka kebebasan..ana mohon dgn kamu wahai cinta..

perbicaraan ku dengan cinta 1

cinta..jadilah hamba Allah yang soleh dan solehah..jangan jadi hambah kepada syaitan..ku tahu kamu makhluk yang maya..yang hidup dalam jiwa manusia..tiada azab buatmu dan hanya ada syurga buatmu..kamu makhluk yang istimewa kerana dicipta seiring manusia..namun kenapakah kau lalaikan hati sahabat2 ku..kenapa kau hancurkan keimanan sahabat2 ku..bukan kah Allah telah menciptakan mu untuk memberi kebahagiaan pada manusia

Sunday, February 28, 2010

PERSOALAN SYURGA

Firman Allah Taala:

وبشرالذين امنوا وعملواالصلحت ان لهم جنت تجري من تحتهاالانهر.

(Al-Baqarah 25)

Maksudnya; Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan beramal soleh bahawa bagi mereka diadakan syurga-syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai.

.

Firmannya lagi:

والذذين ءامنوا وعملوالصلحت اولاءك اصحب الجنة , هم فيها خمدون.

(Al-Baqarah 82)

Maksudnya: Dan orang-orang yang beriman dan beramal soleh, mereka itulah penghuni syurga, nereka kekaldi dalamnya selama-lamanya.



1. Di akhirat nanti Allah sediakan dua tempat, satu dipenuhi nekmat, syurga namanya, dan satu lagi tempat sangsara, neraka namanya.
2. Syurga untuk orang-orang yang beriman dan beramal soleh, manakala neraka untuk orang-orang kafir, zalim dan fasik.
3. Syurga ada lapan:

(i) Darul-Jalal : dibuat dari mutiara putih untuk orang2 yang bertaubat.

(ii) Darus-Salam: dibuat dari yaqut merah untuk orang2 sabar.

(iii) Jannatul-Makwa: dibuat dari zabarjad hijau untuk orang2 yang sangat

takut dengan Allah.

(iv) Jannatul-Khuld: - dibuat dari marjan merah dan kuning untuk orang2 yang taqwa.

(v) Jannatun-Na'im : dibuat dari perak yang putih untuk orang2 yang

kasihkan Allah.

(vi) Jannatul-Qoror: dibuat dari kasturi, juga untuk orang2 yang sangat

kasihkan Allah.

(vii) Jannatul- 'adn : dibuat dari mutiara putih untuk al-'arif billah.

(viii) Jannatul-Firdaus: dibuat dari emas merah untuk orang2 yang redha

dengan qadha Allah.

4. Syurga ada 8 pintu:

Pertama: untuk Rasul-rasul, ambia' dan syuhada'

Kedua: untuk orang2 yang memelihara sembahyang dan udzu' nya.

Ketiga: untuk orang2 yang mengeluarkan zakat.

Keempat: untuk ahli2 amar ma'aruf dan nahi munkar.

Kelima: untuk orang2 yang melawan hawa nafsunya.

Keenam; untuk pemilik Haji dan Umrah yang mabrur.

Ketujuh: untuk orang2 yang berperang fi sabilillah.

Kelapan untuk orang2 yang memejamkan matanya dari melihat yang

haram.

5. Di antara nama-nama sungai di syurga ialah – Kafura, Tasnim, Kauthar,

Salsabil dan Rokhum-makhtum. Airnya ada 4 jenis:

(i) air jernih yang tiada keruh-keruh

(ii) air susu yang tiada berubah rasanya

(iii) air madu yang lebih bersih daripada lilin.

(iv) arak yang tidak memabukkan peminumnya.



6. Pakaian: - tiap-tiap seseorang ada 70 pakaian, 70 warna dari nur Ar-Rahman.

- tiap-tiap satu sa'at (jam) salin satu pakaian.

- pakai gelang kaki emas dan perak hingga ke betis, bila satu gugur

dengungnya kedengaran selama 500 tahun. Kalau ahli dunia dengar

nescaya mati kerana terlalu rindu dengan syurga.

- cincin dipakai pada tiap-tiap jari yang sepuluh,dibuat daripada emas,

perak, mutiara, yaqut, zabarjad, 'aqiq, permata, jauhar putih, jauhar

merah dan zamrud hijau,

- mahkota daripada emas merah , ada 4 rukun dari yaqut merah,caha-

yanya lebih terang daripada matahari dan bulan



.7.. Bau-bauan:

Burung syurga menyelam dalam laut kasturi, ' ambar dan lain-lain,

kemudian mengibaskan kepalanya. Harumlah ahli syurga buat

selama-lamanya.



8. Kenderaan:

Pakaian bersayap, boleh terbang ke mana sahaja. Kuda daripada

yaqut merah, pelananya daripada yaqut hijau.



9. Kota: - ada 7 lapis, dp emas, perak, zabarjad, lo'lo', dur-run (permata

besar-besar), yaqut dan nur.

- antara dua kota 500 tahun perjalanan.

- ada bandar-bandar, tiada jual-beli, ambil sahaja apa yang teringin.



10. Makanan:

(i) Buah-buahan - buah khurma dan delima.

فيها فا كهة ونحل ورمان

- bidara yang tiada berduri dan tiada berkulit.

- pisang.

في سدر محضود وطلح منضود وظل ممدود



(ii) Burung sebesar unta, bila ahli syurga makan buah-buahan dan

minum air dari sungai syurga, burung minta dirinya dimakan,

kemudian ia jatuh dan terus jadi hidangan yang lazat. Setengah dipanggang, setengah digoreng. Ahli syurga makan hingga tinggal tulang. Tulang berkumpul dan jadi burung semula dan terbang sambil bertasbih.



11. Hiburan:

- penyanyinya daripada bidadari,

- serunai bergayut pada dahan pokok, tiap-tiap pokok ada

70000 serunai. Angin bertiup dari bawah 'arasy, serunai

berbunyi dengan amat merdunya. Daun-daun berdesiran

seperti bermain muzik mengiringi nyanyian bidadari.



12. Ahli syurga kembali menjadi muda, yang lelakinya cantik seperti Nabi

Yusof., makin lama makin cantik.

Besar badannya seperti Nabi Adam- tingginya 60 hasta, besarnya 7

hasta, umurnya sekitar 33 tahun seperti umur Nabi 'Isa, memiliki ke-



kuatan 100 orang pada makan, minum dan jimak.

Tidak ada berak, kencing, hingus, mani, kahak dan haidh. Tidak ada bulu

melainkan kening, bulu mata dan rambut kepala.



13. Anak Bidadari:

- dari nur seperti yaqut dan marjan.

- tiada mahu melihat mana-mana lelaki lain melainkan suaminya sahaja.

- belum pernah disentuh oleh mana-mana lelaki manusia dan jin.

- sentiasa bikir, dapat dilihat lemak betisnya, kulitnya seperti kaca yang

hijau ataua putih yang boleh dilihat minuman yang merah di dalamnya.

- mukanya ada 4 warna- putih, hijau, kuning dan merah.

- setiap mukmin ahli syurga paling kurang dapat 72 bidadari.

- boleh lihat muka sendiri dari pipi isterinya kerana muka isterinya lebih

jernih dari cermin.

- isterinya dalama dunia dulu sentiasa bikir, mereka jadi penghulu segala

Bidadari.



14. Nekmat Agung – Melihat Wajah Allah.

(a) Allah kumpulkan semua ahli syurga lalu memerintahkan Nabi Ibrahim

. membaca daripada suhufnya, kemudian Nabi Musa disuruh membaca

Tauratnya dan Nabi 'Isa membaca Injilnya. Selepas itu Allah meme-

rintahkan Nabi Daud membaca Zaburnya lalu Daud pun membacanya

dengan 90 lagu. Semua menangis dan gementar kerana merdunya

suara Nabi Daud. Allah pun bertanya, "Pernahkah kamu mendengar

suara yang lebih merdu?" Mereka menjawab,"Tidak." Kemudian

Muhammad membaca surah Toha dan Yaasin. Rupa-rupanya suara

Muhammad 70 kali lebih merdu dari suara Daud.

(b) Allah bertanya lagi,"Adakah kamu mahu mendengar bacaan dari Tu-

hanmu?" Allah pun membaca dari surah Al-An'am atau surah Ar-Rah-

man. Hilang segala yang maujud kerana rindu dendamnya kepada

Allah seperti orang yang sedang mabuk.

(c) Kemudian Allah berfirman lagi, "Adakah tinggal lagi sesuatu yang

belum kamu terima ?"

(d) Ahli syurga menjawab," Bahkan, tinggal bagi kami melihat wajahmu

yang Karim!"

(e) Firman Allah,"Hai! Malaikat Kurub!Angkat olehmu akan hijab anta-

raku dan antara hambaku." Maka bertiuplah angina, bercahayalah

segala muka, bersamaan segala hati, berbahagia segala jasad dan ber-

suara segala burung. Kemudian diangkat hijab Al-A'zam.

(f) Allah menyeru,"Siapa Aku?" Ahli syurga menjawab,"Engkaulah

Allah." Allah berfirman lagi,"Aku Salam dan kamu muslimun, Aku

Mukmin dan kamu mukminun, Aku Mahjub dan kamu mahjubun

inilah Kalam dan dengar olehmu akan dia, inilah Nur dan pandang-

lah olehmu akan dia dan inilah Wajahku dan telek olehmu akan dia.

(g) Bercahaya sekelian muka dan diam 300 tahun lamanya, terbelalak,

bertasbih dan memuji-muji Allah.

(h) Ahli syurga minta izin untuk sujud. Allah jawab kampung ini tiada

sujud dan tiada rukuk kerana ini tempat balasan. Namun Allah izinkan juga sujud untuk kali ini sahaja. Semua sujud termasuk

pokok buah-buahan, mahligai-mahligai, qubah-qubah, khemah-khe-

mah, bilik-bilik, sungai-sungai, bidadari-bidadari dan wildan-wildan.

40 tahun lamanya tenggelam dan kenikmatan sujud kepada Allah.

Saturday, February 6, 2010

cinta untuk siapa?



Adakah kita telah mencintai Allah dan dicintai oleh-Nya..Kerana jika kita tidak dicintai oleh Yang menciptakan kita, maka sudah tentu kita dalam kerugian yang amat sangat, Allah Ta'ala berfirman:

"Katakanlah- wahai Muhammad, jikalau engkau semua mencintai Allah, maka ikutilah saya, tentu engkau semua dicintai oleh Allah, serta Allah mengampuni dosamu semua dan Allah itu adalah Maha Pengampun lagi Penyayang," (ali-lmran: 31)

Dari Abu Hurairah r.a. pula dari Nabi s.a.w., sabdanya:

"Jikalau Allah Ta'ala itu mencintai seseorang hamba, maka Dia memanggil Jibril untuk memberitahukan bahawa Allah mencintai si Fulan, maka cintailah olehmu - hai Jibril - si Fulan itu. Jibril lalu mencintainya, kemudian ia mengundang kepada seluruh penghuni langit memberitahukan bahawa Allah mencintai si Fulan, maka cintailah olehmu semua - hai penghuni-penghuni langit - si Fulan itu. Para penghuni langitpun lalu mencintainya. Setelah itu diletakkanlah penerimaan baginya - yang dimaksudkan ialah kecintaan padanya - di kalangan penghuni bumi." (Muttafaq 'alaih)Apabila cinta manusia melebihi cinta kepada Allah yang menimpa hanyalah musibah,yang diharapkan hanya penipuan,yang terlena-terleka-terpedaya,dengan apa?dengan menggunakan alasan bercinta atas dasar agama? Jangan halalkan yang haram, jangan gunakan alasan atas dasar islam jika cinta itu hanya indah khabar dari rupa..Kurangkan berhubung banyakkan ingat kepada Allah.LA TAHZAN! Jika ia benar milikmu, takkan kemana gunung dikejar.Ingatkan lagu nasyid tue.

" Jangan mudah melafaz cinta,cinta itu untuk siapa?,jangan mudah melafaz sayang,sayang itu untuk siapa?"

Sebenarnya, pada siapa kita harus cinta? Pada siapa kita mesti rindu? Mungkin ada diantara kita yang tertanya-tanya. Pada kekasih hati? Atau si dia yang sentiasa diingati. Oh, bukan, bukan... Sebenarnya hati setiap manusia secara fitrahnya mencintai dan merindui Allah.

Bila cinta Allah terpinggir maka terpinggir jugalah segala kebaikan dan kesuciannya. Maka yang tumbuh selepas itu ialah cinta selain Allah seiring suburnya segala kejahatan dan kekejiannya!

Bila takda mesej lagha maka akan kuranglah bermesej-mesej. Maka kuranglah zina hati itu.Mesej untuk peringatan dan bertanya khabar takda masalah.

“NAK BERCINTA? -bercintalah jangan sampai melupakan Allah.”Tapis sms tue.. jaga hati bila nk bermesej,CALL?tak perlulah,suara wanita itu aurat nanti hanya menambahkan titik jerumus ke arah zina hati dan sebagainya.Jika benar-benar sayang dan kasih kerana Allah minta pasangan mengikat ikatan dengan tali tunangan atau &perkahwinan.


"Tidak perlu lama-lama bercinta, berjumpa, berdating-dating, bermesej-mesej menda yang tidak berfaedah, berbual lama-lama hingga habis kredit, TAMBAH DOSA!”Tudung labuh yang dipakai ini bukan sekadar suka-suka..

ada apa dengan tudung ?



dah lama saya tak pergi ke kedai gunting rambut. ini adalah kerana saya sangat sukakan rambut saya ni dan rasanya tak perlu di ubah2 lagi.. hehe… dan, ini juga adalah kali pertama saya berambut panjang… jadi, satu hari, saya bertanyakan kepada pelajar-pelajar kelas saya, yang mana, majoritinya adalah kaum bukan melayu. kat mana kedai gunting rambut yang best (sebab saya sangat frust rambut saya tak cantik lepas digunting.. terasa rugi rambut2 yang dah digunting tu… huhu). selain dari best, kedai tu mestilah tiada pekerja lelaki, dan tiada pelanggan lelaki, dan milik orang melayu. mana tahu, ada kedai gunting melayu kat sini…

tiba2, topik mencari kedai gunting rambut seperti ciri2 yang saya inginkan dah berubah. ini kerana ada seorang pelajar bukan kaum melayu bertanyakan pada saya…

pelajar: cikgu woo, cikgu kan pakai tudung, kenapa nak kena gunting rambut, cantik2kan rambut? bukan ada orang nampak pun…
saya: suami cikgu nampak…
pelajar: hah? suami cikgu sorang tengok pun kena cantik2 ke?
saya: mestilah.. kalau isteri cantik2 untuk suami, dapat pahala..
pelajar: oooo… habis, kalau orang datang rumah cikgu woo, cikgu pakai tudung ke tak?
saya: mestilah pakai
pelajar: macam mana cikgu nak pakai.. takkan orang dah masuk rumah baru pakai..
saya: sebelum buka pintu, pakailah dulu..
pelajar: habis, nanti orang tu tunggu lama?
saya: bukan susah pun pakai tudung.. sekejap je..

dan, bermacam2 soalan lagi ditanya (sila maklum, saya memang rajin melayan budak2 bersembang.. :P ). hinggalah satu soalan ni (dah banyak kali soalan ni ditanya oleh pelajar2 bukan melayu yang lain sebelum ni)

pelajar: cikgu wooo, kenapa saya tengok ada perempuan melayu yang tak pakai tudung? atau, kat sekolah dia pakai tudung, tapi bila kat luar dia tak pakai tudung?

saya tak nak cerita apa yang selalunya saya jawab….

tapi,

saya nak tahu, kalau anda, apakah jawapan anda?

Friday, February 5, 2010

Belajar Bahasa Arab Dapat Menambah Kecerdasan?? Benarkah ?

Salah satu keutamaan belajar bahasa arab adalah akan bertambahnya kecerdasaan seseorang, ia akan lebih peka terhadap suatu hal dan pikirannya menjadi terbuka dan tidak terpaku pada sesuatu, hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu,

تَعَلَّّمُوْا العَرَبِيَّةَ فَإِنَّهَا تُثَبِّتُ العَقْلَ ، وَتَزِيْدُ فِي المُرُوْءَةِ

“Pelajarilah bahasa arab, karena ia dapat menguatkan akal dan menambah kewibawaan (Imam Baihaqi dalam Syu’aibul Imaan, Maktabah Syamilah).

Lalu apa sebenarnya yang membuat bahasa arab dapat menambah kecerdasan?

Hal ini karena, ketika kita mempelajari bahasa arab ataupun membaca tulisan berbahasa arab, otak kita akan memproses apa yang kita baca dan lihat, ketika dia tidak memahami bahasa arab, maka hal itu tidak ada gunanya, akan tetapi ketika dia sudah memahami bahasa arab, dia akan lebih fokus berfikir.

Kenapa?? Hal ini karena Bahasa arab berbeda dengan bahasa Indonesia, susunan dalam bahasa Indonesia adalah baku hanya mempunyai satu makna dan mudah dipahami, sedangkan susunan bahasa arab berbeda-beda serta dapat mempunyai banyak makna, sehingga terkadang kita sulit untuk memahami apa maksud dari kalimat tersebut.

Selain itu, ketika kita membaca kitab berbahasa arab (kitab gundul), kita dituntut untuk menganalisis tiap kata yang ada, kedudukannya, fungsinya, harokatnya, karena ketika salah menganalisis, menjadikan arti yang didapat menjadi salah, yang akhirnya pemahaman kita menjadi salah pula.

Coba perhatikan contoh berikut:

أعطى محمد كتابا

Dari kalimat di atas, kita harus menganalisis, harokat apakah yang cocok untuk kalimat tersebut dan makna seperti apakah yang diinginkan. Sehingga ketika kita ingin mengatakan

أَعْطَى مُحَمَّدٌ كِتَابًا (Muhammad memberi kitab )

Kita harus menganalisisi, bahwa dari pengucapan di atas, mengindikasikan bahwa, مُحَمَّدٌ berkedudukan sebagai Fa’il (subjek), sedangkan كِتَابًا sebagai objek, karena أَعْطَى diposisikan sebagai fi’il ma’lum.

Namun, benarkah pengucapan seperti itu??

Jika kita menganalisis dengan teliti, maka kita akan tahu bahwa, kata kerja أَعْطَى (memberi) harus mempunyai dua objek (dari artinya sudah jelas membutuhkan dua objek), sedangkan kalimat di atas hanya mempunyai satu objek, jika أَعْطَى diposisikan sebagai fi’il ma’lum, maka kalimat tersebut tidak mempunyai arti yang dimaksudkan, kepada siapa Muhammad memberi kitab?? Arti menjadi rancu, sehingga pengucapan di atas kurang tepat.

Lalu bagaimana pengucapan yang benar??

Jawabnya adalah sebagai berikut:

(Muhammad telah diberi kitab) أُعْطِيَ مُحَمَّدٌ كِتَابًا

Kata kerja أعطى harus diposisikan sebagai fi’il majhul, karena ia harus mempunyai dua objek jika diposisikan sebagai fi’il ma’lum, sedangkan kata مُحَمَّدٌ berkedudukan sebagai na’ibul fa’il (pengganti fa’il) dan كِتَابًا sebagai objek, sehingga arti dari kalimat di atas, “Muhammad diberi kitab”, dan ini yang benar. Mungkin anda akan bertanya, “kan kalimat di atas masih rancu, siapa yang memberi muhammad kitab??” Jawabnya, di dalam bahasa arab, ketika fi’il ma’lum diubah menjadi majhul, mengindikasikan ada fa’il yang dihapus dan digantikan dengan objeknya (coba liat kembali pembahasan na’ibul fa’il), sehingga, ketika seseorang mengucapkan hal di atas, orang yang diajak berbicara pasti akan mengetahui maksud perkataannya.

Lebih mudahnya perhatikan kalimat berikut, jika dikatakan:

أَعْطَى مُحَمَّدٌ وَحْيًا (Muhammad memberi wahyu)

Maka ini adalah pengucapan yang salah, namun jika di ucapkan

أُعْطِىَ مُحَمَّدٌ وَحْيًا (Muhammad telah diberi wahyu)

Maka ini adalah pengucapan yang benar, walaupun fa’ilnya tidak disebutkan, kita dapat mengetahui maksud dari pengucap adalah “Muhammad telah diberi wahyu oleh Allah”. Dan ingat, fa’il dan nai’bul fa’il tidak bias digandengkan dalam satu kalimat.

Begitu pula dalam contoh kalimat,

الْيَوْمُ يَوْمُ الأَحَدِ (Hari ini adalah hari Ahad)

Kita harus menganalisis, apa kedudukan dari tiap kata tersebut, sehingga pemaknaan dan maksud yang diinginkan tersampaikan (coba bagi para pembaca untuk menentukan kedudukan serta arti dari kalimat di atas).

Dengan hal inilah mengapa mempelajari bahasa arab dapat meningkatkan kecerdasan. Materi-materi yang sudah diberikan harus bisa dipahami dan dipraktekkan. Sehingga wajar saja bila para ulama kita, ketika memberi fatwa, mereka bisa memberikan jawaban yang tepat dan mencakup banyak hal.

Dan perlu diketahui, bahasa arab dapat dijadikan ajang teka-teki bagi para santri untuk mengasah kemampuan dia dalam berbahasa arab dan tentunya dalam berpikir.

Semoga bermanfaat..

Bahasa Arab Untuk Anak-Anak

Segala Puji bagi Allah ta’ala yang telah menurunkan Al-Qur’an dalam bahasa arab. Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam. Al-Qur’an adalah mukjizat paling agung yang menunjukkan akan benarnya risalah yang dibawa Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Bahkan kalangan jin pun sampai kagum dengan keindahan bahasa Al-Qur’an. Allah ta’ala berfirman dalam surat al-Jinn,

قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآنًا عَجَبًا . يَهْدِي إِلَى الرُّشْدِ فَآمَنَّا بِهِ وَلَنْ نُشْرِكَ بِرَبِّنَا أَحَدًا

“Katakanlah (hai Muhammad): “Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Quran), lalu mereka berkata: Sesungguhnya Kami telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan, (yang) memberi petunjuk kapada jalan yang benar, lalu Kami beriman kepadanya. dan Kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seseorangpun dengan Tuhan Kami.”. (Al-Jin [72]: 1-2)

Tak seorang pun yang mampu mendatangkan satu ayat pun yang semisal Al-Qur’an, Allah ta’ala berfirman,

قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الإنْسُ وَالْجِنُّ عَلَى أَنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَذَا الْقُرْآنِ لا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا

“Katakanlah: “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya, Sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain”.” (QS. Al-Israa [17]: 88)

Allah ta’ala telah menurunkan Al-Qur’an dalam bahasa arab, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan wahyu, membimbing para sahabat ridhwanullahi ‘alaihim ajma’in dengan bahasa arab, begitupula generasi terbaik umat ini, mereka juga saling berkomunikasi dengan bahasa arab. Maka tidak mungkin bagi kita untuk bisa memahami dengan baik dua wahyu Allah (Al Qur’an dan As Sunnah), sesuai dengan pemahaman yang benar dari para sahabat dan ulama-ulama yang berpegang teguh dengan tuntunan mereka kecuali dengan mempelajari bahasa arab.

Mempelajari bahasa arab adalah perkara yang amat penting. Sungguh sangat menyedihkan bahwa kebanyakan kaum muslimin berpaling dari mempelajari bahasa arab. Kebanyakan kaum muslimin sekarang lebih berbangga apabila bisa berbicara dengan bahasa asing, dengan bahasa inggris, jerman dan seterusnya, bahkan putra-putri mereka pun dididik dengan bahasa asing supaya tidak ketinggalan zaman, dan yang paling menyedihkannya adalah mereka sama sekali tidak berupaya agar putra-putri mereka mempelajari bahasa arab. Laa haula walaa quwwata illa billah

Kalau keadaan kaum muslimin seperti ini, bagaimana akan tercetak generasi Islam yang cinta Allah dan Rasul-Nya? Bisa dibayangkan bila ini berlangsung terus akan menyebabkan mereka terombang ambing dalam gelombang syubhat dan syahwat. Bagaimana mungkin mereka akan mampu membela Islam dengan benar kalau aqidahnya rapuh, kalau mereka sendiri tidak di didik diatas tuntunan islam, di atas tuntunan Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Untuk para orang tua:

  • Perhatikanlah pendidikan anak-anakmu. Janganlah kau terlantarkan pendidikan mereka, pendidikan yang paling penting bagi mereka adalah pengajaran aqidah yang benar, tanamkan aqidah tersebut pada benak mereka.
  • Ajarkan mereka Al-Qur’an sejak dini. Bangkitkan kecintaan mereka terhadap Al-Qur’an.
  • Ajarkanlah mereka hadits-hadits dari Rasulullah, biasakan mereka untuk mendengar hadits-hadits tersebut.
  • Perkenalkan putra-putri anda bahasa arab. Karena itu merupakan bahasa Al-Qur’an. Ajarkan sejak dini, sejak anak bisa berbicara maka latihlah dia untuk belajar bahasa arab.
  • Karena mengajar anak di waktu kecil bagaikan mengukir diatas batu. Sedikit demi sedikit. Ketika anak sudah paham nama-nama benda, ajarkan bahasa arabnya.

Misalnya ketika anak melihat ke langit maka kita ajarkan bahwa langit bahasa arabnya adalah “samaa’un”, kalau anak melihat buku maka kita ajarkan bahwa bahasa arabnya buku adalah “kitaabun”, kalau anak sedang memperhatikan tangannya, kita ajarkan bahwa bahasa arab tangan adalah “yadun” dan seterusnya. Dengan diperkenalkan dan melihat langsung wujud aslinya akan sangat membantu anak cepat hafal yang diajarkan.

Maka, marilah kita perkenalkan bahasa Arab sejak dini kepada anak-anak kita. Semoga kelak mereka menjadi anak yang bertakwa, cinta Al-Quran, cinta al-Hadits, menjadi salah satu penegak panji islam dan menjadi penduduk surga-Nya Allah ta’ala kelak, aamiin.

Thursday, February 4, 2010

31 Tips Dakwah Keluarga

"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu;...". (At-Tahriim: 6)

Hidayah itu datangnya adalah dari Allah Subhanahu wa Taala. Boleh jadi, anak mendapat hidayah lebih dahulu berbanding orang tua. Pergaulan dengan kawan-kawan di sekolah mahupun di universiti, mengenalkan sang anak kepada Islam, sehingga pemahaman dan wawasan agamanya melebihi orang tua. Jika tidak pandai mengelola hal ini, berkemungkinan akan timbul pertentangan antara anak dan orang tua.

Ada ikhwah yang ayah dan ibunya sudah dalam kondisi yang islami, tetapi ada pula ikhwah yang orang tuanya masih ammah(awam) dan sama sekali tidak faham tentang agama. Semuanya, tentu harus dikomunikasikan dengan baik, dengan berdialog dari hari ke hari. Seperti halnya kaderisasi(pembinaan) yang harus mengkader(membina) untuk mencetak generasi Rabbani, ada tahapan-tahapan. Ada proses. Perlu waktu.

Posisi kita dalam keluarga, terkadang juga mempengaruhi dawah kita. Bila kita anak sulung, dan memiliki adik-adik, terkadang suara kita lebih didengar. Lantas bagaimana bila kita anak bungsu, dan akhwat pula? Harus berdawah kepada yang lebih tua? Kakak-kakak? Di tengah lingkungan keluarga? Jangan sedih. Kedewasaan tidaklah diukur dari usia, tapi dari cara berfikirnya dan dari cara dia mengatasi masalah. Bukan begitu?

Berikut ini tips-tips yang boleh dilakukan untuk dawah keluarga. Kondisi setiap orang tua berbeza-beza, maka memang memerlukan analisa terlebih dahulu. Namun setidaknya ada point-point asas yang boleh kita terapkan bersama.

31 Tips Dawah Keluarga

1. Membantu orang tua

Bila tak ada pembantu, jangan malas untuk membantu orang tua. Karena ini kesempatan yang baik untuk pendekatan. Boleh dengan membantu mencuci pinggan, menyapu, menyiram, menyetrika, memasak, dan lain-lain.

2. Mendengarkan masalah dan beri penyelesaian yang Islami

Sabtu dan Minggu adalah waktu berkumpul keluarga. Banyak hal yang biasanya dibincangkan. Dan bila orang tua ada masalah, dengarkanlah masalah mereka dan beri penyelesaian yang Islami.

3. Disiplin saat menonton TV

Menonton TV jangan dianggap remeh. Apa jadinya bila aktivi kita ternyata masih suka menonton drama cinta, gossip dan lagu-lagu rock??? Selain tidak boleh dalam agama, pun akan menjadi penilaian tersendiri di mata orang tua. Anakku ini rupanya suka menonton cerita-cerita cinta (?)

4. Bangun pagi

Bangun lewat akan membawa gambaran yang kurang bagus. Apatah lagi aktivi, shalat subuh! ^ _ ^

5. Tersenyum

Selalu berwajah ceria, tidak masam, tentu akan membuat orang yang melihatnya pun menjadi ikut bahgia. Aktivi wajahnya tersenyum selalu. Kalaupun ada kesedihan, cukup sekadar simpan dalam hati.

6. Mendoakan di shalat malam

Meski kita berikhtiar siang dan malam, tetapi hidayah tetap hak Allah. Maka jangan lupa mendoakan mereka di setiap selesai shalat dan di setiap shalat malam kita.

7. Memberi buku Islam yang sesuai

Kalau kita lebih suka membaca Risalah Pergerakan, Perangkat-Perangkat Tarbiyah, tentu orang tua tidak sesuai dengan ini. Maka kita harus menyediakan buku-buku Islam yang sesuai pemahaman mereka. Misalnya untuk ibu, karena sudah ada keluarga, jadi yang lebih dominan dalam pemikirannya adalah tentang keluarga sakinah mawaddah warrahmah. Kita boleh membelikan buku ini. Atau bila kakak kita ternyata sebentar lagi akan menikah, kita boleh mencadangkan buku pernikahan islami, atau tips memilih menantu, misalnya.. ehm ehm

8. Perpustakaan Islam di rumah

Bilik kita penuh buku-buku, wawasan kita menjadi luas. Tetapi keluarga kita tidak. Maka keluarkan buku-buku itu dan letakkan juga di perpustakaan keluarga. Atau bila belum ada perpustakaannya, kita buat sendiri dengan mencari ruangan yang boleh dilihat oleh seluruh ahli keluarga.

9. Hiasi rumah dengan suasana Islami

Simbol-simbol Islam terkadang perlu karena pengkondisian lingkungan adalah sebahagian dari dawah. Kita boleh membeli kaligrafi Islam, atau kabah, dst. Dan mengurangkan adanya patung-patung dan sejenisnya. Tentu hal ini disampaikan secara bertahap kepada keluarga kita.

10. Memainkan tilawah atau nasyid di rumah

Mengenalkan keluarga dengan lagu-lagu yang Islami, sebagai jalan alternatif hiburan. Ar Ruhul Jadid mungkin terdengar enak di telinga kita, tapi bagi orang yang belum faham, belum tentu. Sesekali memutarkan tak mengapa, tapi jangan setiap hari. Cuba putar juga kaset-kaset slow yang disukai oleh orang yang sudah berusia, misalnya nasyid OPICK, Raihan atau Bimbo.

11. Memancing dengan ceramah subuh

Kebiasaan harus ditanamkan. Mulailah dari diri kita dahulu.Selesai shalat subuh, kita menonton ceramah subuh. Orang tua pun pasti menjadi pendengar. Setiap hari, biasakan. Maka Anda akan melihat bahawa orang tua akan menutup TV sendiri, demi menonton ceramah subuh. Dari ceramah subuh yang rutin tersebut, automatik tak ubahnya seperti pengisian harian.

12. Sabar

Sabar dalam berdawah. Jangan pernah kenal henti. Sabar dalam tingkah laku juga. Sabar dengan adik-adik jika ada, tahan kemarahan.

13. Memberi teladan

Makan dengan sederhana, tidak suka ikut ghibah bila orang tua kita berghibah, pakaian sederhana saja dan pastikan bilik tidur sentiasa kemas.

14 Ajak orang tua shalat berjamaah

Shalat berjamaah akan memberi efek yang luar biasa bagi hati. Dalam shalat ini, orang tua menjadi imam, sehingga hubungan orang tua dan anak akan kian menjadi erat karena Allah.

15. Menceritakan aktiviti di universiti

Bila kita ikut program sekolah, cubalah tunjukkan foto-foto, laporan universiti, dan VCD aktiviti universiti. Dengan ini, orang tua tak khawatir apabila ada waktu kita sering di luar rumah.

16. Membawa kawan-kawan bersilaturahim ke rumah

Sesekali, ajak kawan-kawan ke rumah untuk bersilaturahim dengan keluarga kita. Orang tua akan lebih tenang hatinya bila mengetahui bahwa anaknya bergaul dengan kawan-kawan yang baik akhlaknya.

17. Menjadi sumber ilmu

Wawasan kita juga harus luas. Misalnya ketika tengah ada masalah keluarga, tentang warisan misalnya. Nah, kita bisa memberikan penyelesaian tentang hukum waris dalam Islam. Pun hukum-hukum lainnya, seperti pernikahan, zakat, dan lain-lain.

18. Persiapan menikah

Menikah bagi ikhwah tentu ada adab-adabnya. Maka jauh-jauh hari kita harus rajin membincangkan pernikahan Islami ini agar orang tua tidak terkejut. Boleh dengan cara menceritakan walimah Islami yang kita kunjungi atau bahkan mengajak mereka ke walimahan yang Islami. Pun kenalkanla apa itu ikhwan, akhwat.

19. Memperbanyak tilawah di rumah

Rumah yang banyak dibaca tilawah di dalamnya, niscaya akan membawa ketenangan dan keberkahan di dalam rumah.

20. Ramai sedikit tak mengapa

Apa maksudnya? Iya, misalnya ada isu-isu tentang teroris, perjuangan Palestin, dan lain-lain. Kita jadikan tema ini menjadi bahan pembicaraan dan jelaskan dari sudut pandang Islam. Karena tak jarang, keluarga kita juga termakan ghazwul fikri ini.

21. Membeli majalah Islam

Media yang ada di rumah, boleh kita meriahkan dengan majalah-majalah Islam. Ada majalah MAJALAHi, AL-ISLAM,SOLEHA,ANAMUSLIM, dll.

22. Kenalkan dengan yang sebaya

Orang tua juga memerlukan komuniti yang sebaya dengannya. Tidak beza jauh dengan kita saat di universiti, yang kita lebih selesa bila berbual dengan teman sebaya. Maka kita cari tetangga ataupun keluarga yang faham Islam dan kenalkan dengan orang tua. Kita gabungkan dengan mereka dalam dawah. Kakak dan adik kita pun demikian, kenalkan mereka dengan ikhwah di lingkungan mereka. Titip menitip tarbiyah antara ikhwah wa akhwat, sudah menjadi hal yang lumrah.

23. Lemah Lembut

Berdawah harus dengan lemah lembut. Karena boleh jadi hidayah itu tidak langsung turun, tetapi memerlukan proses.

24. Berdikari, dewasa, dan tidak bermasalah.

Kedewasaan bukanlah diukur dari usia. Karena sampai bilapun kita masih boleh bermanja-manja dengan orang tua. Yang terpenting, jangan sampai kita menjadi anak yang bermasalah.

25. Musholla(tempat solat) di rumah

Bila di rumah belum ada musholla, padahal ada ruang yang kosong, maka kita ajukan cadangan untuk membangun musholla di rumah.

26. Mengajak ikut Al Quran di dalam telefon

Orang tua sibuk bekerja? Kakak sibuk kuliah? Ajaklah untuk bergabung dengan software Al Quran dalam telefon bimbit sehingga dawah itu dapat tersampaikan dimana saja dan tanpa ada had masa.

27. Kirim artikel Islam melalui email

Selain itu, ada pula email-email Islam yang boleh kita kirimkan kepada orang tua, adik, dan kakak kita.

28. Alat-alat elektronik yang Islami

Komputer dan HP(telefon bimbit), boleh kita memasukkan hal yang berkaitan Islam, nasyid, properties Islam, dll.

29. Minta pendapatnya

Meminta pendapat orang tua adalah bentuk wujud hormat kita kepada mereka. Karena dengan demikian, orang tua akan merasa dihargai kedudukannya.

30. Cari pasangan yang boleh berdawah pula

Selama ini kita berdawah sendiri. Nah, bila akan dan sudah menikah, carilah pasangan yang sekiranya dapat diajak berdawah pula dengan keluarga kita. Maka dawah bisa menjadi kuat, dua kali lipat!

31. Mampu mencari nafkah

Untuk ikhwan, setelah habis SPM ada baiknya berpenghasilan(bekerja) meskipun sedikit. Untuk akhwat, bila belum berpenghasilan, jangan banyak meminta ini itu kepada orang tua. Meski orang tua kita mampu, bukankah kesederhanaan juga bagian dari perintah agama?

Jika semua tips di atas sudah kita lakukan, maka bersabarlah karena hidayah itu datangnya dari Allah Subhanahu wa Taala dan ingat, Dia menilai proses, bukan hasil. Selamat berjuang ikhwah fillah.

BaGaiMana BeRCintA CaRa IsLam ?

Islam adalah agama yang syumul. Sebuah agama yang lengkap. Islam tidak mungkin menyekat fitrah manusia yang sememangnya ingin menyayangi dan ingin disayangi. Untuk apa Allah menciptakan manusia berfitrah seperti ini jika manusia akan diperintahkan untuk memebunuh fitrahnya itu? Ajaran Islam telah diturunkan oleh Allah untuk memasang bingkai agar kemahuan manusia itu dapat disalurkan dengan cara yang terbaik. Selain itu, Islam menutup rapat jalan kemaksiatan dan membuka seluas-luasnya jalan menuju ketaatan serta memberi dorongan kuat ke arah perlaksanaanya.Rasulullah pernah mengecam salah seorang sahabat yang bertekad untuk tidak bernikah. Ini merupakan salah satu bukti bahawa Islam mengakui fitrah manusia yang ingin cinta-menyintai ini.

Percintaan dalam Islam hanyalah selepas termetrainya sebuah ikatan pernikahan antara dua insan, iaitu setelah bergelar suami isteri. Islam telah menggariskan panduan dalam menuju ke arah gerbang perkahwinan ini. Ustaz Hassan Din telah memberikan pendapatnya mengenai hal ini dalam Al-Kulliyah di TV3 pada 28 Julai 2006, iaitu pada hari Jumaat. Tajuk perbincangan Al-Kulliyah kali itu agak menarik ; Jodoh.

Apabila diminta memberikan pendapat beliau, beliau telah mengatakan yang cara masyarakat sekarang telah lari daripada syariat yang sepatutnya. “Sebenarnya dalam Islam, apabila seseorang lelaki itu telah berkenan dengan seorang wanita dan ingin menjadikan teman hidupnya, sepatutnya lelaki itu berjumpa dengan wali si perempuan tadi untuk menyatakan niatnya untuk masuk meminang. Tetapi masyarakat sekarang silap. Mereka terus berjumpa dengan yang empunya diri dan terus menyatakan niat hatinya. Kemudian mereka bercinta, berjanji sumpah setia dan segala-galanya. Sedangkan ibubapa mereka langsung tidak tahu akan perhubungan mereka ini. Setelah sekian lama bercinta, apabila ingin melangsungkan perkahwinan, emak dan ayah tak bersetuju dengan mengeluarkan pelbagai alasan,” terang beliau.

Beliau juga menerangkan konsep peminangan ini. Kata beliau, “Ibu bapa mungkin sudah ada pilihan mereka sendiri. Oleh itu, dengan menyatakan niat kepada ibubapa, mereka akan berjumpa sendiri dengan wali perempuan tadi untuk mengenali mereka dan calon menantu mereka dengan lebih jelas. Setelah kedua-dua pihak bersetuju, barulah dijalankan upacara peminangan, iaitu kedua-dua insan tadi telah menjadi tunang. Apabila sudah menjadi tunangan orang, adalah Haram perempuan itu dipinang oleh lelaki lain, seperti yang telah dijelaskan oleh Rasulullah dalam hadis baginda. Dalam masa pertunangan inilah kedua-dua pihak lelaki dan perempuan tadi akan saling mengenali antara satu-sama lain, bagi memastikan adakah ini merupakan pasangan hidupnya yang sebenar. Jika kedua-duanya sudah bersetuju, barulah pernikahan dilangsungkan,” jelas beliau lagi.

Namun begitu, Ustaz Hassan Din menegaskan bahawa bertunang bukan merupakan lesen yang membenarkan kedua-dua pasangan bermesra-mesra seperti suami isteri. Bertunang hanyalah untuk saling mengenali antara satu sama lain dan bukannya untuk bercinta. Pasangan yang telah bertunang tetap tidak boleh keluar berdua-duaan tanpa ditemani oleh ahli keluarga. Selagi belum bernikah, mereka tetap dua insan yang bukan mahram dan masih perlu manjaga batasan-batasan Islam seperti yang telah dibincangkan sebelum ini. Dan jika dalam tempoh pertunangan itu didapati kedua-dua pasangan ini tidak secocok atau tidak serasi, maka pertunangan bolehlah diputuskan secara baik melalui persetujuan kedua-dua belah pihak.

Ada pula yang berkata, “Cara ini untuk lelaki bolehlah. Untuk perempuan, tak sesuai. Nanti orang kata, ‘macam perigi mencari timba’, ‘wanita tidak bermaruah’ dan macam-macam lagi.” Sabar dahulu saudari. Sebenarnya ini merupakan pemikiran songsang yang telah diterapkan dalam masyarakat Melayu kita. Sebetulnya kita berbalik kepada Islam itu sendiri. Bagaimana Islam mengajarkan wanita yang berkeinginan bernikah, menyuarakan keinginanya? Mari kita kaji sirah. Bukankah perkahwinan teragung antara junjungan kita, Nabi Muhammad SAW dan Khadijah dimulakan dengan Khadijah menzahirkan keinginannya? Ketika mengetahui sifat-sifat mulia yang dimiliki oleh Nabi Muhammad, beliau merasakan yang dia tidak akan menjumpai sesiapa yang lebih layak untuk dijadikan suaminya melainkan Nabi Muhammad. Oleh itu Khadijah menyuarakan keinginannya melalui perantaraan Nafisah binti Manbah agar merisik Nabi Muhammad untuk dirinya. Tawaran itu disambut aik oleh Muhammad dan dengan tidak membuang masa, baginda terus menyatakan hasrat hatinya yang mulia itu kepada bapa-bapa saudaranya dan mereka pun terus melamar Khadijah melalui bapa saudaranya, ‘Amru bin Asad. Perkahwinanpun dilaksanakan dengan selamatnya.* Begitulah yang diajarkan dalam sirah. Jadi, tiada salahnya wanita yang memulakan dahulu. Bukankan itu lebih mulia, menyuarakan keinginan dan kebersediaan untuk menjalankan sunnah baginda Rasulullah SAW? Cuma caranya biarlah sesuai dengan masyarakat kita. Jika kita seseorang perempuan itu sudah mempunyai calon suami yang baik dan soleh, suarakan sahaja kepada ibu bapa, agar dapat menghubungi pihak keluarga si lelaki itu. Biar orang tua yang menguruskan, kita cuma mencadangkan. Kalau kedua-dua pihak setuju, maka pihak lelaki boleh masuk meminang.

(*Fiqih Sirah, Jilid 1. Muhammad Sa’id Ramadhan Al-Buti. Bab Perniagaan Dengan Harta Siti Khadijah Dan Perkahwinan Baginda)

Lihat, betapa indahnya Islam mengaturkan perjalanan hidup penganutnya. Cukup teratur dan sitematik. Cara ini dapat mengelakkan daripada berlakunya maksiat dan perkara-perkara lain yang tidak diingini. Dalam masa yang sama, ia menuju kepada pembentukan keluarga bahagia yang diidamkan oleh manusia serta diredhai oleh Allah. Inilah percintaan dalam Islam, iaitu selepas perkahwinan. Insya-Allah kalau segalanya dilakukan dengan niat ikhlas kerana Allah dan bukan atas dasar nafsu dan keduniaan semata-mata, Allah akan mempermudah urusan kita itu.

Untuk kita yang masih menimba ilmu, tidak perlulah bersusah-susah mencari jodoh sekarang. Jodoh di tangan Allah, pasti bertemu jua dengan taqdirnya. Sekarang kita mempunyai matlamat yang lebih penting iaitu mendapatkan kecemerlangan dalam pelajaran dan menunaikan tanggungjawab kita sebagai muslim. Banyak lagi tanggungjawab yang perlu kita pikul dan bercinta bukanlah sesuatu yang perlu buat masa sekarang. Berusahalah menjadi muslim dan muslimah sejati serta mengamalkan Islam dalam kehidupan kita. Akan tetapi, bagi mereka yang merasakan diri sudah mampu untuk memikul tanggungjawab berumah tangga, mampu memberi nafkah zahir dan batin, maka bernikahlah. Tiada salahnya bernikah ketika belajar. Itu adalah lebih mulia daripada mereka yang ber’couple’, dan memuaskan nafsu mengikut telunjuk syaitan. Ikutilah cara-cara menuju pernikahan yang telah diterangkan di atas. Sekali lagi ditegaskan, bercinta sebelum berkahwin dan ber’couple’ adalah menghampiri zina dan hukumnya adalah HARAM.

KeMaTiaN HaTi

Banyak orang tertawa tanpa (mahu) menyedari sang maut sedang mengintainya. Banyak orang yang bersegera datang ke saf solat kononnya orang yang amat merindukan kekasih. Sayang ternyata ia datang tergesa-gesa hanya agar dapat segera pergi. Seperti penagih hutang yang kejam ia perlakukan Tuhannya. Ada yang datang sekedar memenuhi tugas rutin mesin agama. Dingin, kering dan hampa, tanpa penghayatan. Hilang tak dicari, ada tak disyukuri.

Dari jahil engkau disuruh berilmu dan bukan sekadar untuk berhenti hanya pada ilmu. Engkau dituntut beramal dengan ilmu yang ALLAH berikan. Tanpa itu alangkah besar kemurkaan ALLAH atasmu.

Tersanjungkah engkau yang pandai bercakap tentang keheningan senyap disaat rintih istighfar, kecupak air wudhu’ pada dinginnya malam, lapar perut karena berpuasa atau kedalaman munajat dalam rakaat-rakaat panjang? Tersanjungkah engkau dengan licin lidahmu bertutur, sementara dalam hatimu tak ada apa-apa. Kau kunyah mitos pemberian masyarakat dan orang-orang berhati jernih bersangka baik, bahawa engkau adalah seorang saleh, alim, abid lagi mujahid, lalu puas meyakini itu tanpa rasa ngeri. Asshiddiq Abu Bakar Ra. selalu gemetar saat dipuji orang.

"Ya ALLAH, jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, janganlah Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidaktahuan mereka", ucapnya lirih. Ada orang bekerja keras dengan mengorbankan begitu banyak harta dan dana, lalu ia melupakan semua itu dan tak pernah mengenangnya lagi.

Ada orang beramal besar dan selalu mengingat-ingatnya, bahkan sebagian menyebut-nyebutnya. Ada orang beramal sedikit dan mengklaim amalnya sangat banyak. Dan ada orang yang sama sekali tak pernah beramal, lalu merasa banyak amal dan menyalahkan orang yang beramal, karena kekurangan atau ketidaksesuaian amal mereka dengan lamunan pribadinya, atau tidak mau kalah dan tertinggal di belakang para pejuang. Mereka telah menukar kerja dengan kata.

Dimana kau letakkan dirimu? Sewaktu kecil, engkau begitu takut gelap, suara dan segala yang asing. Begitu kerap engkau bergetar dan takut. Sesudah pengalaman dan ilmu makin bertambah, engkaupun berani tampil di depan seorang kaisar tanpa rasa gentar. Semua sudah jadi biasa, tanpa rasa. Telah berapa hari engkau hidup dalam lumpur yang membunuh hatimu sehingga getarannya tak terasa lagi saat ma'siat menggodamu dan engkau meni'matinya?

Malam-malam berharga berlalu tanpa satu rakaatpun kau kerjakan. Usia berkurang banyak tanpa jenjang kedewasaan rohani meninggi. Rasa malu kepada ALLAH, dimanakah kau kuburkan ia ? Di luar sana rasa malu tak punya harga. Mereka jual diri secara terbuka lewat layar kaca, sampul majalah atau bahkan melalui penawaran langsung. Ini potret negerimu : 228 000 remaja mengidap putau. Dari 1 500 responden usia SMP & SMU, 25 % mengaku telah berzina dan hampir separuhnya setuju remaja berhubungan seks di luar nikah asal jangan dengan perkosaan.

Mungkin engkau mulai berfikir "Jamaklah, bila aku main mata dengan aktifis perempuan bila engkau laki-laki atau sebaliknya di celah-celah rapat atau berdialog dalam jarak sangat dekat atau bertelepon dengan menambah waktu yang tak kauperlukan sekedar melepas kejenuhan dengan canda jarak jauh" Betapa jamaknya 'dosa kecil' itu dalam hatimu. Kemana getarannya yang gelisah dan terluka ketika dulu, saat "TV Thaghut" menyiarkan segala "kesombongan jahiliyah dan maksiat"? Saat engkau muntah melihat laki-laki (pondan) berpakaian perempuan, karena kau sangat mendukung ustadzmu yang mengatakan " Jika ALLAH melaknat laki-laki berbusana perempuan dan perempuan berpakaian laki-laki, apa tertawa riang menonton akting mereka tidak dilaknat ?" Ataukah taqwa berlaku saat berkumpul bersama, lalu yang berteriak paling lantang "Ini tidak islami" berarti engkau yang paling islami, sesudah itu urusan tinggallah antara engkau dengan dirimu, tak adakah ALLAH disana?

Sekarang kau telah jadi kader hebat. Tidak lagi malu-malu tampil. Justeru engkau akan dihadang tantangan: sangat malu untuk menahan tanganmu dari berjabatan tangan lembut lawan jenismu yang muda dan segar. Hati yang berbunga-bunga didepan ribuan massa. Semua gerak harus ditakar dan maka jadilah pertimbanganmu tergadai pada kesukaan atau kebencian orang, walaupun harus mengorbankan nilai terbaik yang kau miliki.

Lupakah engkau, jika bidikanmu ke sasaran tembak meleset 1 milimeter, maka pada jarak 300 meter dia tidak tersasar 1 milimeter lagi ? Begitu jauhnya inhiraf di kalangan awam, sedikit banyak karena para elitenya telah salah melangkah lebih dulu. Siapa yang mau menghormati ummat yang "kiayi"nya membayar beberapa ratus ribu kepada seorang perempuan yang beberapa minit sebelumnya ia setubuhinya di sebuah kamar hotel berbintang, lalu dengan mudahnya mengatakan "Itu maharku, ALLAH waliku dan malaikat itu saksiku" dan sesudah itu segalanya selesai, berlalu tanpa rasa bersalah?

Siapa yang akan memandang ummat yang da'inya ber-pose lekat dengan seorang perempuan muda artis penyanyi lalu mengatakan "Ini anakku, karana kedudukan guru dalam Islam adalah ayah, bahkan lebih dekat daripada ayah kandung dan ayah mertua" Akankah engkau juga menambah barisan kebingungan ummat lalu mendaftar diri sebagai 'alimullisan (alim di lidah)? Apa kau fikir sesudah semua kedangkalan ini kau masih aman dari kemungkinan jatuh ke lembah yang sama? Apa beda seorang remaja yang menzinai teman sekolahnya dengan seorang alim yang merayu rakan perempuan dalam pergerakan da'wahnya? Akankah kau andalkan penghormatan masyarakat awam karena statusmu lalu kau serang maksiat mereka yang semakin tersudut oleh retorikamu yang menyihir ?

Bila demikian itu, koruptor semacam apa engkau ini? Pernahkah kau lihat sepasang ibu dan bapa dengan anak remaja mereka.Tengoklah langkah mereka di pusat membeli-belah. Betapa besar sumbangan mereka kepada modernisasi dengan banyaknya membeli produk junk food, semata-mata karena nuansa "westernnya". Engkau akan menjadi faqih pendebat yang tangguh saat engkau teguk minuman halal itu, dengan perasaan "lihatlah, betapa Amerikanya aku". Memang, soalnya bukan Amerika atau bukan Amerika, melainkan apakah engkau punya harga diri. Mahatma Ghandi memimpin perjuangan dengan memakai pakaian tenunan bangsa sendiri atau terompah tempatan yang tak bermerk.

Namun setiap ia menoleh ke kanan, maka 300 juta rakyat India menoleh ke kanan. Bila ia tidur di rel kereta api, maka 300 juta rakyat India akan ikut tidur disana. Kini datang "pemimpin" ummat, ingin mengangkat harga diri dan penghormatan ummat dengan , mempaamerkan kereta, rumah mewah, "kedai emas berjalan" dan sekian banyak asesori. Saat fatwa dihebahkan, telinga ummat telah tuli oleh dentuman berita tentang hiruk pikuk pesta dunia yang engkau ikut mabuk disana. "Engkau adalah penyanyi bayaranku dengan uang yang kukumpulkan susah payah.

Bila aku bosan aku bisa memanggil penyanyi lain yang merdunya lebih memenuhi kehendakku" sumber; pk-sejahtera.net penterjemah; gelapcerah (maaf kerana beberapa perkataan gagal d terjemah, insyaALLAH maksud asalnya d kekalkan)

Komen